PKK

Melangkah bersama membangun Desa Kekeran sejahtera, cerdas, berbudaya,
dan ajeg berlandaskan Tri Hita Karana.

PKK merupakan singkatan dari pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Program ini merupakan program yang digerakkan oleh para wanita dalam rangka membina, membentuk serta membangun keluarga yang sejahtera. Bisa dibilang, kesejahteraan keluargalah yang menjadi tujuan utama dibentuknya PKK ini. Keluarga merupakan unit paling kecil dalam sebuah masyarakat, namun dampaknya bagi pembangunan sangatlah besar. Ketika sebuah keluarga sejahtera, maka rasa aman, damai serta keharmonisan dalam bermasyarakat akan lebih baik sehingga  dapat menunjang kemajuan ekonomi serta pembangunan pada suatu desa dan merupakan kewajiban dan wewenang kepala desa. Intinya adalah ketika keluarga telah harmonis maka kesejahteraan masyarakat serta kemajuan akan dapat dirasakan.

Untuk memajukan pembangunan sebuah desa melalui PKK, dapat diwujudkan melalui 10 program dasar PKK, berikut adalah penjelasan mengenai peran PKK dalam pembangunan desa:

  1. Penghayatan dan Pengalaman Pancasila
    Seperti yang kita ketahui bersama, pancasila merupakan 5 prinsip dari negara yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Pancasila sendiri dibuat dengan mementingkan kepentingan masyarakat secara menyeluruh dibandingkan dengan kepentingan pribadi atau satu keluarga.
  2. Gotong Royong
    Gotong royong merupakan sebuah sikap saling bantu dalam rangka mewujudkan kebersamaan yang menguntungkan karena Indonesia merupakan bhinneka tunggal ika serta Sikap gotong royong sendiri telah membudaya pada masyarakat kita sejak zaman dulu.
  3. Pangan
    Dalam hal ini, PKK telah banyak melakukan penggalakan terhadap bagaimana cara memanfaatkan pekarangan dengan baik dan benar supaya lebih menghasilkan. Selain itu, penggalakan juga dapat berupa penyuluhan supaya masyarakat memelihara unggas atau ikan pada pekarangan mereka. Hal ini tidak hanya berguna untuk pengonsumsian pribadi melainkan juga dapat digunakan untuk menambah pendapatan keluarga dengan cara menjualnya. Pembinaan masalah pangan, bukan hanya dilakukan sendiri oleh PKK melainkan juga dilakukan dengan dinas pertanian setempat.
  4. Sandang
    Sandang merupakan kebutuhan pokok manusia disamping pangan. Dalam hal ini PKK melakukan penyuluhan dengan menggalakkan rasa cinta akan produksi dalam negeri. Selain itu, PKK juga menggalakan pemanfaatan bahan serta produk setempat untuk dikomersilkan.
  5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
    Seperti yang kita tahu, rumah merupakan tempat berlindung sekaligus tempat untuk melakukan banyak aktivitas di dalamnya. Untuk membuat rumah menjadi tempat tinggal yang nyaman tentu diperlukan pengetahuan bagaimana cara membuat lingkungan yang menarik serta layak untuk dihuni. Hal ini menjadi tugas bagi anggota keluarga dalam mewujudkannya.
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
    Setiap orang terutama anak-anak membutuhkan waktu untuk belajar sebagai salah satu cara mengasah skill serta pengetahuan mereka dalam menyongsong masa depan yang lebih baik seiring berjalannya pengaruh globalisasi. Dalam hal ini PKK sebagai salah satu mitra pemerintah melaksanakan PAUD atau pendidikan anak usia dini serta BKB atau bina keluarga balita sebagai salah satu programnya.

    Belajar entah dalam jalur formal maupun non formal merupakan salah satu cara efektif untuk memberantas buta aksara. Bukan hanya dikhususkan bagi anak- anak, namun mereka yang telah dewasa, atau bahkan orang tua yang belum dapat membaca maupun menulis dapat mengikuti program ini. Untuk masalah ketrampilan sendiri, PKK melakukan penyuluhan berupa pembinaan supaya masyarakat dapat membuat produk atau kerajinan yang dapat dikomersilkan sebagai peningkatan tarif hidup.
  7. Kesehatan
    Kesehatan merupakan salah satu hal penting dalam hidup. Hal ini terkait erat dengan pola hidup seseorang. Bagi mereka yang selalu hidup sehat tentu harus pintar menjaga lingkungan serta dirinya. Setiap orang memiliki tugas dan kewajiban memelihara kesehatan diri serta anggota dalam keluarganya. Dalam ini terdapat pos pelayanan terpadu atau yang sering pula disingkat dengan posyandu dimana terdapat 5 layanan yang dapat dimanfaatkan mulai dari perbaikan gizi, imunisasi, penganggulangan diare, keluarga berencana serta kesehatan ibu dan anak. Pada posyandu, PKK mengadakan demontrasi mengenai gizi, kesehatan, keluarga berencana bahkan pemberian makanan tambahan dan lain sebagainya.
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
    Dalam hal ini PKK menganjurkan adanya koperasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan keluarga dalam keluarga. Koperasi nyatanya dapat meningkatkan para anggota yang bergabung di dalamnya. Selain bagus untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, koperasi juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
    Program PKK yang satu ini memiliki andil dalam melestarikan lingkungan sekitar. Pencegahan bencana akan, dapat dilakukan dengan cara menjaga lingkungan sebaik mungkin.
  10. Perencanaan Sehat
    Perencanaan sehat dapat dimulai dengan mengelola keuangan dengan baik. Hal ini berguna sebagai salah satu cara terhindar dari kesulitan finansial dalam masa depan. Ada banyak program yang PKK galakkan dalam perencanaan sehat mulai dari penganjuran penyimpanan uang di bank, pembagian waktu dengan baik, sehingga antara rumah tangga serta perkerjaan dapat berjalan secara seimbang.

Visi

Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera lahir dan batin.


Misi

  1. Meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui penghayatan, pengamalan pancasila, kegotong royongan serta keseteraan dan keadilan gender.
  2. Meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya keterampilan dan pengembangan koperasi.
  3. Meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan sehat dan layak huni.
  4. Meningkatkan derajat kesehatan keluarga, kelestarian lingkungan hidup serta perencanaan sehat.
  5. Meningkatkan pengelolaan gerakan PKK meliputi kegiatan pengorganisasian dan peningkatan sumber daya manusia.

Tujuan

Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.


Sasaran

Sasaran Gerakan PKK adalah keluarga, baik di pedesaan maupun perkotaan yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya, dalam:

  1. Mental Spiritual meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Fisik Material meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan.

Sejarah PKK

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK di masyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (Ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para istri kepala dinas/jawatan dan istri kepala daerah sampai dengan tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 Mendagri mengeluarkan Surat Kawat No. Sus 3/6/12 kepada seluruh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah dengan tembusan Gubernur Kepala Daerah seluruh Indonesia, agar mengubah nama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sejak itu gerakan PKK dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai “Hari Kesatuan Gerak PKK” yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 dan Undang-Undang No. 25 tahun 1999, tetapi PKK pusat tanggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam Rakernaslub PKK tanggal 31 Oktober sampai dengan tanggal 2 November 2000 di Bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini. Hal yang mendasar antara lain adalah perubahan nama gerakan PKK dari gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Daftar Pengurus Tim Penggerak PKK Desa Kekeran:


Ketua -
Wakil Ketua -
Sekretaris I -
Bendahara I -
POKJA 1 -
POKJA II -
POKJA III -
POKJA IV -
logo

Desa Kekeran terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung - Bali merupakan salah satu desa yang memiliki potensi untuk menjadi salah satu obyek wisata. Hamparan sawah yang membentang luas di sepanjang jalan membuat desa ini semakin indah dan asri.

Tetap Terhubung